Sunset di Pantai Pulau Merah, Banyuwangi

10 Tempat Pilihan Saya Untuk Menyaksikan Sunset Dari Tepi Laut

Sebenarnya saya harus jujur, pengalaman dan perjalanan berburu senja dari tepi laut masih kurang. Jadi, mengumpulkan sepuluh tempat terkait tidaklah mudah. Jelas terbatas, karena semua lokasi dan foto yang ada merupakan pengalaman saya pribadi. Terbatas pada beberapa tempat yang pernah dikunjungi.

Tetapi, selanjutnya harus saya syukuri ketika akhirnya didapat sepuluh tempat yang melengkapi daftar yang dibuat. Sepuluh tempat ini bukanlah pilihan mutlak. Yang patut diingat adalah datanglah pada saat yang tepat. Pada saat semesta mendukung.

Dan inilah “10 Tempat Pilihan Saya Untuk Menyaksikan Sunset Dari Tepi Laut”. Tentu, masih di Indonesia.

1. Pulau Merak Kecil, Banten

Saya mulai dari ujung barat Pulau Jawa, tepatnya di Pulomerak, Cilegon, Provinsi Banten. Ada tempat bernama Pulau Merak Kecil. Sangat terjangkau dengan perahu dari dermaga setempat yang tak sampai 10 menit. Berdiri di tepi dermaga, pulau kecil itu terlihat jelas di depan pelupuk mata.

Saya pernah menuliskan cerita tentang tempat ini di tulisan berikut. Impresi awal sekilas tampak kurang meyakinkan. Biasa saja, terlihat sampah anorganik berserakan, nyaris tanpa naungan luas untuk berteduh, dan deretan terumbu karang yang sudah rusak.

Sunset semakin merona dari tepi dermaga

Namun ekspektasi remeh tersebut berubah saat saya berdiri di ujung barat pulau ini. Ketika senja tiba, dan matahari mulai “ramah” menghangatkan teriknya. Lalu bak berada di dalam kelas melukis, saya menyaksikan jejak kuas alam yang menggoreskan garis-garis di langit. Di ufuk barat, di atas batas horison, langit senja memanjakan mata dan melipur lara atas impresi awal saya yang terkesan biasa saja.

2. Pantai Parangtritis, Yogyakarta

Dari Banten, mari berjalan lebih ke timur, lalu berbelok ke arah selatan dari Kota Yogyakarta. Di Bantul tepatnya, garis Pantai Parangtritis yang sudah populer menghampar. Pantai berombak ganas ini terkenal karena legenda ratu selatannya. Di sini dipercaya sebagai gerbang masuk menuju Keraton Segara Kidul. Kediaman Ratu Segara Kidul, penguasa laut selatan.

Bukan hanya saya yang menyaksikan sunset di Pantai Parangtritis

Nuansa mistis pantai ini, agaknya bersandingan dengan keindahan yang tersaji ketika siang mulai menghilang. Ketika berbagai mitos misalnya kurang nyaman didengar, lebih baik kita mengalihkan pandangan. Ke laut dan ke langit. Menyaksikan gerakan alam.

Jika hari semakin gelap dan sudah dirasa cukup, mari pulang ke Kota Yogyakarta

Di sini bukan cerita tentang tenggelamnya matahari yang bulat sempurna. Melainkan polah pengunjung atau pelaku wisata yang bermacam-macam. Janganlah beranjak pulang saat hari menjelang gelap. Bersabarlah sedikit hingga lalu-lalang orang-orang itu hanya menampakkan siluet hitam. Beradu warna secara tegas dengan langit sore yang dipancarkan tenggelamnya matahari.

3. Pantai Buyutan, Pacitan

Dari Kota Yogyakarta, mari melipir daerah selatan Gunungkidul, Wonogiri, lalu sampailah kita di Pacitan. Hanya tiga jam saja. Di kampung halaman presiden Republik Indonesia yang keenam ini (dan kampung halaman saya juga), tersebar banyak garis pantai yang elok. Salah satunya berada di sebuah dusun di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo.

Bulat mentari sebentar lagi tenggelam di ufuk barat

Pantai Buyutan, yang garis pantainya hanya terlihat ketika kita sudah berdiri tepat hingga ujung tebing. Lalu menuruni jalan menurun cukup terjal hingga bibir pantai. Camping ground-nya cukup luas dan terdapat fasilitas air tawar untuk membilas diri. Keberadaan camping ground tersebut seharusnya menjadi alasan untuk menginap semalam di sini.

Matahari sudah tenggelam, tapi masih menyisakan warna langit yang ikeemasan

Mengapa? Ya, karena di pantai ini kita akan melihat matahari terbenam dengan anggun. Siluet karang yang mencuat dari permukaan laut menjadi pemanis. Dan kala sang surya tenggelam pun, masih menyisakan lukisan yang sulit untuk tidak diabadikan.

4. Pantai Klayar, Pacitan

Masih di kecamatan yang sama namun beda desa, terdapat pantai cantik yang sudah menjadi maskot Kabupaten Pacitan sejak lama. Pantai yang memiliki fenomena seruling samudra. Pantai yang memiliki gugusan karang bagaikan kapal layar. Atau bahkan sebagian orang mirip dengan patung sphinx yang ada di Mesir.

Langit sudah berubah warna. Tanda sebentar lagi sunset akan tiba

Namun bagi saya akan kurang lengkap jika kita merasa cukup dengan pemandangan demikian. Saya bilang ada dua alasan terbesar mengapa harus mengunjungi Pantai Klayar. Selain seruling samudranya yang ditunggu-tunggu, ada momen matahari terbenam yang juga pantas dinanti-nanti.

Gerakan alam yang tertangkap dalam jepretan kamera

Waktu sunset di Pantai Klayar tak banyak ditunggu orang-orang. Padahal pada saat inilah Pantai Klayar seperti berganti wajah. Langit siang yang biru berubah warna. Matahari mungkin terhalang tebing dan batuan karang. Namun langit senjanya tak akan malu-malu bersembunyi menampakkan diri.

5. Pantai Kondang Merak, Malang

Dari Pacitan, kita berjalan lebih ke timur. Tetap melipir selatan Jawa Timur, melintasi Trenggalek, Tulungagung, Blitar, lalu berhenti di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Ada pantai tersembunyi. Terpencil di balik jalan makadam dan hutan belantara.

Langit senja merona dipotret dari camping ground

Pantai Kondang Merak, dengan laut yang relatif bersahabat karena banyak pulau karang kecil sebagai pemecah ombak. Areal camping groundnya panjang dan luas. Naungan yang cukup teduh membuat saya tak pernah bosan berkunjung ke pantai ini. Tak masalah kalah populer dari Balekambang yang sudah lama menjadi andalan wisata. Karena ada nilai lebih dari pantai ini yang tak dapat dibandingkan dengan yang lain.

Rasanya damai melihat ombak yang tenang saat air laut sedang surut dan karang-karang berefleksi karena senja

Saya sangat menganjurkan untuk bermalam di pantai ini. Karena, ada sajian kuliner berupa sate tuna dan oseng gurita khas nelayan setempat. Sangat layak dijadikan santapan makan malam usai berdamai memandang matahari terbenam. Sungguh penghibur hati yang sepadan, sekalipun matahari tak bulat sempurna saat kembali ke peraduan.

6. Pantai Payangan, Jember

Dari Malang, kembali kita melipir menuju Lumajang dan berhenti di Pantai Payangan, Kabupaten Jember. Pantai ini relatif sepi dan tak seramai tetangganya: Pantai Watu Ulo dan Tanjung Papuma. Pantai Payangan adalah kampung nelayan, banyak perahu-perahu tertambat.

Garis senja yang agak terhalang mendung

Sebenarnya bisa dibilang agak terlambat saat saya dulu singgah di pantai ini. Sudah nyaris gelap, sehingga saya menerapkan teknik HDR (high dynamic range) untuk memberikan sentuhan efek pada foto. Garis pantai tak terlalu panjang, berujung pada dua bukit hijau. Namun pemandangannya begitu lepas, dengan karang di kejauhan.

Perahu nelayan di Pantai Payangan

Saya bergumam, berjanji akan datang kembali kelak. Namun saya yakin, menyaksikan sunset dari pantai ini sangatlah indah. Saya percaya itu, semoga ada waktu yang tepat untuk kembali ke sini. Demi matahari terbenam, tentu saja.

7. Pantai Pulau Merah, Banyuwangi

Berjarak sekitar 3-3,5 jam dari Jember, ada sebuah pantai yang populer sebagai tempat berselancar (surfing). Sering pula diadakan turnamen selancar berskala internasional di sini. Namanya Pantai Pulau Merah atau Red Island, Kabupaten Banyuwangi.

Saat langit masih keemasan, menjadi latar menciptakan nuansa romantis di Pulau Merah

Meskipun dijuluki Sunrise of Java, Banyuwangi ternyata juga punya tempat indah untuk melihat sunset. Pulau Merah adalah tempat yang paling tempat. Sekali lagi, berkemahlah semalam agar kita tak setengah hati menyaksikan matahari terbenam.

Siluet Pulau Merah yang berbayang di air laut yang surut saat sunset

Penamaan “merah” bukan sekadar karena dulunya bebatuan pulau karang di sebelah timur pantai berwarna merah. Melainkan juga karena saat senja tiba. Langit yang semula keemasan benar-benar memerah ketika senja semakin gelap. Lalu cahaya alami memantulkan bayangan Pulau Merah jatuh ke permukaan air laut yang surut.

8. Pantai Kuta, Bali

Saya kira, tak perlu lagi berpanjang lebar menjelaskan Pantai Kuta di Pulau Bali. Tempat ini selain sudah tenar sebagai tempat berselancar, juga tenar karena merupakan salah satu tempat terbaik menyaksikan sunset di Indonesia.

Jalan-jalan santai di Pantai Kuta sambil menunggu terbenamnya matahari

Namun ada kesan lain saat saya berkunjung ke sini. Bersama ketiga kawan nekat, kami rela bermotor dari Malang demi Pulau Dewata. Belasan jam dilalui menerjang siang malam. Sungguh tanpa ekspektasi apapun ketika kami mencoba meninggalkan hotel dan menuju Pantai Kuta.

Rupa pengunjung yang mengabadikan diri berlatar matahari terbenam

Matahari terbenam sempurna tanpa terhalang. Bersih. Menjadi bonus tak ternilai saat kami tiba di Pantai Kuta. Di pantai yang sudah lama mendunia ini, kami menjadi saksi dan mendapatkan bukti sahih akan keindahan matahari terbenamnya.

9. Pulau Kenawa, Sumbawa Barat

Berjarak dua selat dari Bali, setelah menyeberang Selat Lombok dan Selat Alas, ada Pulau Kenawa yang sekilas mungil. Bukit satu-satunya berdiri kokoh di ujung barat pulau. Nelayan setempat bilang, Pulau Kenawa adalah salah satu mutiara terindah yang dimiliki Kabupaten Sumbawa Barat, Pulau Sumbawa.

Langit keemasan dan ray of light matahari sore

Hanya memakan waktu sekitar 10-15 menit dari dermaga kampung nelayan Pototano. Pulau berpasir putih dan air laut bergradasi jernih ini menjanjikan kesunyian. Jauh dari ingar-bingar perkotaan. Saat bermalam di salah satu gubuknya, saya seperti terasingkan. Jauh dari  suasana metropolitan.

Senja nan syahdu di Pulau Kenawa

Dan saat-saat matahari terbenamlah kesunyian itu bermakna. Sekalipun di barat Gunung Rinjani tertutup kabut, tetapi dari tempat saya berdiri langit senja sangat jelas terlihat. Sampai sekarang, saya masih rindu dengan suasana senja di Pulau Kenawa.

10. Pantai Losari, Makassar

Daftar pilihan saya berhenti di angka sepuluh. Menjadi tempat sekaligus pilihan pamungkas dalam tulisan ini. Tempat itu ada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Tempat yang menjadi primadona kota Daeng.

Sunset di Pantai Losari

Kedatangan saya pertama kali ke kota yang panas ini disambut pemandangan tak terduga. Tepatnya pada sore hari kedua, saat saya tiba di Pantai Losari usai mengelilingi Fort Rotterdam. Sempat muncul kesan negatif karena sudah hilangnya pasir pantai yang diuruk menjadi anjungan. Namun mood saya kembali membaik.

Ketika matahari sebentar lagi akan benar-benar tenggelam di balik cakrawala

Tepat kala langit biru berubah memerah, diselingi selaput kuning keemasan. Saya bergumam, seperti inilah obat pelipur lara dari alam. Menghapus sejenak hati yang muram karena jejak-jejak tak bertanggung jawab tadi.

Saya seperti membenarkan ungkapan bahwa sebenarnya matahari tak pernah ingkar janji. Dia akan terbit dan tenggelam tepat pada waktunya dan memang seharusnya. Hanya cuaca yang kadang menjadi musuh kita, yang kerap kali berharap mengabadikan senja. Inilah “10 Tempat Pilihan Saya Untuk Menyaksikan Sunset Dari Tepi Laut”, sudahkah kawan bertandang ke salah satu tempat tersebut atau seluruhnya? Saya sangat menanti cerita senjamu.


Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka blog competition yang diadakan oleh #TravelNBlog

Foto sampul:
Sunset di Pantai Pulau Merah, Banyuwangi

61 comments

  1. omnduut · Juni 13, 2015

    *melongo*
    Foto-fotonya ya ampuuun bagus bangeeet.
    Foto senja di sungai musi belum ada ya? ^^

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 13, 2015

      Hahaha, hanya beruntung cuaca lagi mendukung Om. La kan saya belum pernah ke Sungai Musi, Sumsel pun belum pernah saya injak tanahnya sama sekali 😦

      Suka

      • omnduut · Juni 13, 2015

        Iya makanya itu komen kode biar kamu segera ke sini hehehe

        Suka

        • Rifqy Faiza Rahman · Juni 13, 2015

          Hahaha, nyuwun sangune Om *sodoring dua telapak tangan* 😀

          Suka

  2. Gara · Juni 13, 2015

    Gambarnya… gambarnya membuat saya tak mampu berkata! Gila, ini keren sekali. Setiap gambar seperti menampilkan kecantikan senja yang berbeda, kecantikan yang sama premiumnya tapi sumpah, di setiap gambar tak ada senja yang sama! Keren banget, saya melihat gambarnya jadi menahan napas di setiap fotonya *kemudian klepek-klepek pingsan karena sumpah gambarnya bagus banget!* Apalagi ditambah deskripsinya yang mengalir, sumpah tambah mupeng dengan tempat-tempat itu!

    Top markotop Maaas… dirimu hebat sekali bisa menangkap semua senja indah ini. Semoga berhasil buat lombanya, kalau saya yang jadi jurinya, entri yang ini pasti saya jadikan Absolute Winner :hihi!

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 13, 2015

      Ah Mas Gara bisa saja. Kita harus bersyukur diberikan bentangan alam laut yang indah oleh Tuhan untuk Indonesia. Tinggal kita yang mengambil kesempatan-kesempatan untuk meiihatnya dari dekat. Saya masih harus lebih banyak belajar dan berjalan, seperti orang-orang hebat lainnya. Belajar memotret dan menulis pada orang-orang hebat lainnya. Seperti njenengan yang sangat detail dalam bertutur, mengajak pembaca masuk ke dalam cerita 🙂

      Amin, saya hanya mencoba mengasah diri dan berpartisipasi, soal menang atau tidak itu urusan belakang. Niat saya mencoba berbagi yang saya punya. Tapi, terima kasih doanya ya Mas 🙂

      Suka

  3. Dede Ruslan · Juni 13, 2015

    aaaak suer slow speednya kecee banget, foto2 sunsetnya keren2,
    oh iya pulau merak kecil itu ga jauh yaa mas dari pelabuhan merak? jadi pengen kesana :))

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 13, 2015

      Saya masih belajar kok Mas, hanya mencoba menerapkan teori-teori yang pernah saya baca 🙂

      Iya Mas, dermaganya masuk dari gang sebelah Polsek Pulomerak, beberapa ratus meter sebelum Terminal Bus dan Pelabuhan Merak 🙂

      Suka

  4. Rullah · Juni 13, 2015

    Mas, tantangan berikutnya adalah mendokumentasikan sunrise, heee..
    Biasanya sunrise lebih susah di dapat 🙂
    Keren-keren deh pantai dengan sunsetnya 🙂

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 13, 2015

      Sebenarnya, saya lebih suka memotret sunrise karena waktunya lebih luang daripada sunset. Namun, tantangan memotret sunrise adalah bangun pagi! Hahaha. Sementara kalau sunset kita harus pas, jangan telat. Karena cepat sekali waktu matahari tenggelam dan apabila memaksakan diri memotret shutter lama karena terlanjur gelap, khawatirnya noise.

      Sudah pernah ke beberapa tempat itu? Insya Allah menjanjikan pengalaman yang unik jika datang pada saat yang tepat 🙂

      Suka

      • Rullah · Juni 14, 2015

        Aha.. bener mas, musuhnya kalo sunrise adalah bangun telat haaa

        Suka

  5. noe · Juni 13, 2015

    Panati tanjung bira jg kece sbnernya ya qy, cuma kita kemaleman, jd gk bs masuk nominasinya rifqy. 😀 aah, fotonya keren2.

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 13, 2015

      Sebenarnya sudah mau dimasukin Mbak, keren kan pas itu. Hanya sayang karena belum bisa atur kamera, jadi terlalu gelap. Pilih Losari aja deh 🙂

      Suka

  6. Yudhistira · Juni 13, 2015

    yeee, ada yang dari jember. pantai payangan masuk juga…
    salam kenal #blogwalking

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 14, 2015

      Iya mas, kapan-kapan pengen ke Payangan lagi lebih awal lihat sunsetnya hehe.

      Salam kenal juga Mas, terima kasih sudah main ke sini 🙂

      Suka

  7. Jejak Parmantos · Juni 13, 2015

    Foto2 senjanya keren banget mas Rifqy, manteb puuol!

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 14, 2015

      Lagi cerah aja kok Mas, sehingga sudah keren dari alamnya 🙂

      Suka

  8. Daffa Putra Ramadhani · Juni 14, 2015

    yang di pantai parangtritis keren mas. jadi pengen kesana lagi 😦
    tapi di aceh juga sunsetnya keren-keren mas 🙂

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 14, 2015

      Iyah, saya juga kangen naik dokar lagi di sana hahaha.

      Iya Mas, saya lihat di tulisannya mas Ari di buzzerbeezz.com juga keren-keren pantai Aceh, cuma belum pernah ke sana 😦

      Suka

  9. catatansiubay · Juni 14, 2015

    *speechless*

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 14, 2015

      😀

      Suka

  10. Evi · Juni 14, 2015

    Subhanallah foto-foto Mas Rifqy…Jempol sebelas Mas 🙂

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 14, 2015

      Cuaca lagi bersahabat saat-saat itu Bu 🙂

      Wah, saya malu cuma punya empat jempol 😀

      Suka

  11. Muhammad Akbar · Juni 14, 2015

    Sunset pantai Losari memang keren dan selalu ngangenin.
    Masih ingat rasanya mas, setelah ketemuan di fort roterdam kemudian kita semua jalan-jalan ke Pantai Losari menikmati Sunset.

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 14, 2015

      Lha saya aja masih kerasa kayak baru kemarin aja ketemu Mbak Noe dkk dan njenengan di Makassar 😀

      Suka

  12. noerazhka · Juni 14, 2015

    Slow speed-nya luar biasa, Rifqy .. 😀

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 15, 2015

      Hahaha, mung mraktekke teori fotografi yang ada Mbak 😀

      Suka

  13. wiranurmansyah · Juni 15, 2015

    Warni-warni yang indah.. :’) *juri numpang lewat*

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 15, 2015

      Terima kasih Mas Juri 🙂 *sodorin makanan minuman*

      Suka

    • mumun indohoy · Juni 16, 2015

      :)) Apaan nih? Wira aneh.

      Suka

      • Rifqy Faiza Rahman · Juni 17, 2015

        😀 😀

        Suka

  14. windusaputra.com · Juni 15, 2015

    Pantai Kuta Bali masuk juga 🙂
    Tapi katanya sekarang pantai kuta banyak sampahnya, mudah2an kedepannya gak gitu lagi…

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 15, 2015

      Iya Mas, soalnya dulu sangat terkesan sekali waktu main nekad ke Bali dan singgah ke Kuta. Memang soal sampah adalah konsekuensi dari ramainya tempat ini, dan saya sangat berharap kita semua sadar. Walau memang panorama sunsetnya seolah menutupi keburukan tersebut 🙂

      Suka

  15. bukanrastaman · Juni 15, 2015

    OOT dikit, tema blognya ganti ya mas 😀

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 15, 2015

      Inggih Mas, coba-coba 😀

      Suka

  16. 3 di bumi · Juni 15, 2015

    Fotonya bagus – bagus..kerennnnn 🙂

    Suka

  17. cumilebay.com · Juni 16, 2015

    Aku mau banget ke pulau merah hehehe
    Btw itu losari di foto mu cakep banget yaaaa, perasaan ngak gitu2 banget kalo liat asli nya hahahha #Kabur

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 16, 2015

      Hahaha, jadi ke Tumpak Sewu gak nih njenengan? 😀

      Mungkin saat itu lagi kemarau Mas, jadi kebetulan pas cerah. Saya masih belum ngerti kamera pas itu Mas, cuma Auto 😀

      Suka

  18. viraindohoy · Juni 16, 2015

    cakep-cakep banget!

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 16, 2015

      Terima kasih Mbak Vira 🙂

      Suka

  19. feMz · Juni 16, 2015

    great shot!

    waktu di Losari dan di Kuta saya juga dapat foto sunset yang bikin bangga di pajang buat DP hahaha

    sampai sekarang saya masih belom nangkep kenapa dinamakan pulau merah. makanya saya nontonin sunset sampai benar2 gelap, memang keren sih. cuma baru mudeng tentang si merah itu dari penjelasan mase diatas 🙂

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 16, 2015

      Terima kasih, saya mengajak kita bangga menjadi Indonesia dengan foto-foto, dan memang Indonesia itu lebih dari sekadar foto 🙂

      Iya begitu penjelasan yang saya dapat juga sama penjaga pantainya 😀

      Suka

  20. arievrahman · Juni 17, 2015

    Foto-fotonya luar biasa! Ajarin aku mas! 😀

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 17, 2015

      Waduh Mas, saya ini cuma belajar mempraktekkan teori-teori yang ada di internet kok Mas 😀

      Suka

  21. travelwithoutborders · Juni 18, 2015

    your photos are stunning!

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 18, 2015

      Ah Thank you, I’m still learning 🙂

      Suka

  22. Agung Gidion · Juni 20, 2015

    Naaaahkaaan!

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 20, 2015

      Wah wonten nopo Mas?? :O

      Suka

  23. smileart_photography · Juni 22, 2015

    keren mass (y)

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 22, 2015

      Terima kasih 🙂

      Suka

  24. leonard anthony · Juni 24, 2015

    Sunset itu momen favorit saat jalan2. Momen saat harus melepas hari, menghitung sisa hari liburan. Foto-foto sunsetnya juara, keren2 🙂

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 24, 2015

      Benar sekali. Terima kasih, saya masih belajar ini 🙂

      Suka

  25. Hafidh Frian · Juni 28, 2015

    Oo, pantai Klayar itu yg populer di Pacitan mas ya,
    Pulau Kenawa yg paling ngena menurutku sih.
    Overall keren2 fotonya.

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juni 28, 2015

      Iya Mas, ikonnya Kabupaten Pacitan hehe. Setuju sekali, karena di sana namanya pulau ya dikelilingi laut, terpisah dari Pulau Sumbawa walau tidak jauh. Sendirian pula hehe. Terima kasih Mas, bersyukur saat itu cuaca bersahabat 🙂

      Suka

  26. Rizky Ardianto · Juli 1, 2015

    Tempat menikmati sunset favorit saya sementara ini Jakarta, Palembang, Sawarna, Bali & sunrise di Bromo.

    http://rizkyardianto.com/5-best-place-to-meet-the-yellow-sun-in-indonesia/

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Juli 1, 2015

      Hmm, saya belum pernah ke Sawarna dan Palembang. Tapi pilihan yang keren. Semua kembali pada preferensi masing2 🙂

      Suka

  27. Ronie · Februari 24, 2016

    keren banget deh spot sunset di Indonesia, mantap banget

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Februari 24, 2016

      Mantap Mas! Hehehe 😀

      Suka

  28. wah mantab2 spotnya

    Suka

  29. Satrio · Januari 20

    Seru banget! apalagi kalau suasananya tenang enggak rame rame banget menikmati sunsetnya 😀
    baca baca blog ini jadi pengen mulai kegiatan sama punya peralatan outdoor lagi, dulu waktu sekolah dan kuliah sih waktunya senggang banget untuk jalanin kegiatan alam 😀

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.