Baturraden Adventure Forest, Kabupaten Banyumas

#VisitJateng: Baturraden dan Air Yang Menghidupkan (4.2)

Gerbang Kebun Raya Baturraden tampak di depan kami. Namun, Pak Pranoto membelokkan mobil ke kanan. “Kita ke BAF dulu ya, baru pulangnya ke Pancuran Pitu,” terangnya. Kebun Raya Baturraden adalah pintu masuk ke Pancuran Pitu.

Sesekali tubuh kami agak berguncang, ketika keempat ban mobil melintasi jalan aspal yang berlubang. Saya sebenarnya kasihan dengan Mbak Ratri dan Mbak Reaca yang duduk di jok belakang. Tentu lebih terguncang. Nama terakhir ini baru bergabung dengan kami sejak tengah malam. Urusan pekerjaan membuatnya terpaksa menyusul di pagi buta, hari kedua family trip ini.

“Konsep tempat ini memadukan wisata petualangan dengan outbond.” Saya menangkapnya sesuai kata adventure yang tersemat dalam namanya. BAF ini adalah tempat bagi yang belum pernah merasakan, atau rindu, dengan suasana alam pegunungan dan hutan. Kangen dengan nuansa petualangan.

Atau bisa juga dibilang, tempat yang cocok sebagai pelarian yang sepadan, setelah tergiring kehidupan urban yang berjalan cepat.

Di sini, hidup mendadak berubah menjadi santai, terasa sekali jika waktu begitu dinikmati secara perlahan. Sepelan mobil kami memasuki gerbang masuk, kemudian injakan kaki Pak Pranoto pada rem menghentikan mobil di tempat parkir yang luas.

* * *

Satu di antara sejumlah petugas BAF berkaos kerah biru menyambut kami di tempat parkir. Pria tambun bertopi tersebut tampaknya mengenal akrab Pak Pranoto. Sebagai seorang senior guide, tentu beliau sudah sangat berpengalaman dan memiliki banyak jaringan di bidang pariwisata, khususnya di Jawa Tengah.

Namun sebelum melangkah lebih jauh, saya sempat bertanya-tanya dalam hati. Di manakah kantor utamanya? Pertanyaan batin saya rupanya perlahan terjawab setelah beberapa langkah kemudian.

Baturraden Adventure Forest: Trekking sebentar menuju kantor pengelola BAF

Baturraden Adventure Forest: Trekking sebentar menuju kantor pengelola BAF

Bukan berupa jawaban langsung yang terlontar dari sang petugas. Melainkan jalan setapak beralas batuan kali. Beberapa puluh meter selepas tempat parkir, terdengar gemericik air mengalir. Ada sungai penuh batu kali berukuran cukup besar, namun debit airnya sedang kecil. Di satu sisi terdapat parit berair jernih, yang mengalir nyaris tanpa hambatan. Ia hanya telah melalui sebuah bangunan beratap. Di dalamnya terdapat sebuah mesin yang terus berjalan.

“Itu semacam mini hydro. Dengan adanya sungai dan aliran sumber air, BAF bikin pembangkit listrik sendiri. Pembangkit sekecil itu sudah lebih dari cukup untuk mengaliri BAF dengan listrik,” terang Pak Pranoto. Sebuah upaya yang sungguh memanfaatkan apa yang sudah alam berikan.

Di sini, air benar-benar menghidupkan. Sumber air yang mengalir sepanjang tahun, seperti bersimbiosis mutualisme dengan teknologi buatan manusia, untuk menghasilkan energi listrik sendiri.

* * *

Baturraden Adventure Forest: Banyak pohon-pohon yang tumbuh menjulang di BAF, sebagian dimanfaatkan untuk kegiatan 'Tree Trek'

Baturraden Adventure Forest: Banyak pohon-pohon yang tumbuh menjulang di BAF, sebagian dimanfaatkan untuk kegiatan ‘Tree Trek’

Setelah ‘pemanasan’ sekaligus ‘petualangan’ kecil berjalan dari tempat parkir, kami tiba di sebuah area yang penuh pernak-pernik. Di sinilah pusat operasional BAF. Kantor, dapur umum, kantin, penginapan, lapangan terbuka, musala, barak ranger, camping ground dan toilet.

Pihak pengelola menyambut dengan ramah. Satu orang pemandu di antaranya menemani kami, diajak mengenal BAF lebih jauh.

Kami sempat berhenti di sebuah lapangan rumput yang cukup luas. Pemandu kami menjelaskan kalau tempat ini biasa dibuat kegiatan gathering dan outbond, khususnya rombongan dalam jumlah banyak.

“Kalau cuaca cerah, Gunung Slamet bisa kelihatan dari sini,” ujar sang pemandu, seraya menunjuk ujung bukit di kejauhan. “Pernah nanjak Gunung Slamet, Mas?” tanyanya lagi.

Baturraden Adventure Forest: Di balik ujung bukit penuh pepohonan hijau itu, Gunung Slamet akan terlihat saat langit bersahabat

Baturraden Adventure Forest: Di balik ujung bukit penuh pepohonan hijau itu, Gunung Slamet akan terlihat saat langit bersahabat

“Pernah Mas, Desember 2013 lalu, lewat Bambangan.”

“Dari sini juga ada jalur pendakian ke Gunung Slamet,” lanjutnya lagi. Melihat sendiri ke situs resminya, ada satu aktivitas bernama Forest Trekking Adventure. Aktivitas bersifat soft adventure yang menawarkan dua jenis trekking. Salah satunya sangat menarik minat saya, trekking selama 3-5 jam ke arah jalur pendakian Gunung Slamet.

Tiba-tiba gejolak petualangan saya kembali muncul. Suatu saat tak perlu saya repot-repot membawa tenda sendiri, karena BAF sudah menyediakan hampir seluruh fasilitas dan perlengkapan yang dibutuhkan.

Mungkin jika saya kembali ke sini lagi, saya akan coba bersikukuh merengek minta dipandu mendaki Gunung Slamet dari sini. Melebihi waktu tempuh yang tertera pada program trekking yang ada. Semoga kesampaian.

* * *

Baturraden Adventure Forest:

Baturraden Adventure Forest:

Tak jauh dari lapangan rumput tersebut, terdengar gemericik air mengalir. Prinsip air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah, saya lihat di sini. Lalu hasrat untuk memotretnya dalam format slow speed muncul. Tapi sedetik kemudian urung, karena tripod saya tertinggal di mobil.

Tak hanya saya yang antusias melihat air sebening itu mengalir, gemulai di bebatuan yang teguh. Mbak Reaca, sangat senang jika difoto saat ia berpose duduk di atas batu yang besar. Suatu saat jika debit sungai besar, saat musim penghujan, asyik sepertinya menjajal aktivitas river boarding di atasnya.

 

Baturraden Adventure Forest:

Baturraden Adventure Forest:

Aliran Sungai Pelus ini mulai berkurang jeramnya seiring berkurangnya batuan kali. Airnya kemudian mengalir tenang, jernih, sangat jernih. Kerikil dan batuan kali labil terlihat jelas di dasar sungai.

Aktivitas river boarding di atas ban karet biasanya berakhir di kolam kecil yang tenang dan jernih. Kolam yang permukaannya bagaikan cermin, merefleksikan segala yang ada di sekelilingnya. Setelah lelah mengarungi jeram kecil, rasanya tubuh tak rela cepat-cepat bangkit dari kolam. Kecuali, jika tubuh sudah menggigil kedinginan.

Baturraden Adventure Forest:

Baturraden Adventure Forest:

* * *

Tur singkat telah usai. Forest Canteen menjadi tempat kami beristirahat sejenak. Secangkir wedang jahe hangat masing-masing dihidangkan kepada kami. Cangkir berbahan alumunium yang menjaga suhu wedang tetap hangat. Saya menyeruputnya perlahan, segar dan melegakan tenggorokan. Jamuan yang pas setelah berjalan mengenal BAF dari dekat.

Selain membahas Gunung Slamet, saya sempat bertanya tentang pipa-pipa panjang yang sempat terlihat tak jauh dari kolam kecil tadi. Terkait berdekatan di tebing rendah. Ke manakah air dalam pipa itu mengalir?

Baturraden Adventure Forest: Karena air, semuanya dapat hidup dan bertumbuh

Baturraden Adventure Forest: Karena air, semuanya dapat hidup dan bertumbuh

“Airnya ya mengalir ke hotel-hotel di bawah, ke permukiman dan irigasi pertanian warga,” jelas pemandu kami yang juga berkaos kerah biru itu.

Benar. Melimpahnya keberadaan permukiman, industri pariwisata dan hotel, pertanian, dan perkebunanyang banyak kami lalui sepanjang perjalanan ke BAF, menimbulkan praduga yang terjawab oleh penjelasan pemandu kami. Bahwa mereka ada dan hidup karena dekat dengan sumber air Gunung Slamet. Melimpahi Baturraden Adventure Forest dan sekitarnya dengan kehidupan.

Seperti saat di Pancuran Pitu yang akan kami kunjungi terakhir. Ada jejak peninggalan yang oleh penduduk setempat dijadikan sebagai bentuk berterima kasih kepada alam, air, dan kebudayaan yang terbentuk. Masih di lereng Gunung Slamet sisi Baturraden, Kabupaten Banyumas.

(Bersambung)


Foto sampul:
Baturraden Adventure Forest, Kabupaten Banyumas

25 comments

  1. Ping-balik: #VisitJateng: Baturraden dan Air Yang Menghidupkan (4.1) | Papan Pelangi
  2. nyonyasepatu · September 7, 2015

    Asri dan keliatan bersih ya

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · September 7, 2015

      Iya Mbak, bersih banget dan seger 🙂

      Suka

  3. Rullah · September 8, 2015

    Airnya tenang banget, bersih, dan jernih 😀

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · September 8, 2015

      Kinclooong 😀

      Suka

  4. bukanrastaman · September 8, 2015

    masih sama seperti dulu 🙂

    bersih kak

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · September 8, 2015

      Sudah pernah ke sini ya Mas? Kalau begitu syukurlah 🙂

      Suka

  5. cumilebay.com · September 8, 2015

    Aku belum perna ke batu raden, tuch air nya bisa bikin awet muda ngak ???? #Laludigampar

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · September 8, 2015

      Bisa banget! 🙂

      Suka

  6. Dita · September 8, 2015

    Adem banget kayaknya yaa…udah lama denger tentang tempat ini, tp blm sempet2 ke sana

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · September 8, 2015

      Yukkkk disempetin 😀

      Suka

  7. Velysia Zhang · September 8, 2015

    Kayaknya enak tuh mandi di sungainya, dingin airnya?

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · September 8, 2015

      Menurut Mbak gimana coba? Hahaha. DIngin Mbak, tapi gak banget kok. 😀

      Suka

  8. BaRTZap · September 9, 2015

    Udah lamaaaa banget pengen ke Baturaden. Sering dengar namanya sejak kecil, dan belum kesampaian juga sampai aku jadi remaja gini hehehehe 🙂

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · September 9, 2015

      Saya dulu pas kecil juga pernah baca legenda Baturraden ini Mas. Kesampaiannya baru kemarin itu. Ternyata bagus tempatnya. Yuk 😀

      Suka

  9. Prasetyo · September 9, 2015

    Ah suasananya benar-benar nyaman yah… Sementara membaca, seolah bisa terdengar gemericik air dan sejuknya udara di Baturaden. Wuahh…

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · September 9, 2015

      Nyaman banget, boleh banget loh tinggal di sana 😀

      Suka

  10. Agan Irham · September 10, 2015

    Tempatnya di kaki gunung Slamet. Di muka / teras hutan gunung gitu. Jadi suasa hutannya terasa, tapi ketata rapi. Hawanya juga dingin2 seger. Buat lari pagi joss deh..

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · September 10, 2015

      Wah lari pagi di sini, pulang-pulang langsung jadi atlet Mas 😀

      Suka

  11. Arie Oktafriyanto · September 14, 2015

    Adem banget kalo liat yang ijo – ijo 😀

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · September 14, 2015

      Kecuali kolor ijo yaa hahaha

      Suka

  12. bersapedahan · September 21, 2015

    ada area outbound-nya …
    kalau di tempat adem dan hijau kayak begini sih … lebih asyikkk

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · September 26, 2015

      Iyah seger dan seakan lupa sejenak dari mumetnya perkotaan haha

      Suka

  13. Sidiq Atto · Desember 31, 2017

    wahhh baru tahu ada pemandangan sebagus ini di purwokerto, sejauh ini mainnya di wisata alam bandung . nice post gan, thumbs up 🙂

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan ke Agan Irham Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.