Hutan di Pegunungan Putri Tidur

Selamat Hari Hutan Sedunia!

Barangkali ini adalah suara hutan, suara alam. Mewakili suara Tuhan.

Diciptakan-Nya alam dan seisinya begitu seimbang
Diciptakan-Nya udara dengan bermacam-macam kandungan.
Diciptakan-Nya hutan penuh pepohonan dan tanaman-tanaman beraneka macam.
Tempat oksigen dan karbondioksida hilir mudik,
mengalir bebas tanpa segan.

Hutan adalah sebuah komunitas yang bertuankan pada Tuhan.
Hutan adalah rumah bagi yang merasa nyaman bersemayam.
Hutan adalah sekumpulan pohon dan tanaman yang berdampingan.

Sekumpulan pohon dan tanaman yang menjadi harapan bagi makhluk fana yang bernapas.
Mereka, dianugerahi Ilahi kemampuan untuk itu.
Pohon-pohon dan tanaman itu, tak pernah pilih kasih berbagi udara bersih.

Hutan adalah komunitas yang memasrahkan perlindungan kepada Tuhan, Dzat yang mereka percaya dan imani.
Hutan adalah induk semang bagi satwa yang bermukim,
bagi satwa yang berjuang merawat kodrat,
bagi satwa yang tidur beralas bumi beratap langit.

Seberapa besarkah kepasrahan hutan kepada Tuhannya?
Tatkala mereka terpanggang dalam bara api?
tatkala mereka terpenggal dalam senjata tukang jagal: sebut saja manusia berotak vandal? Manusia bernafsu begal?

Seberapa besarkah kecemasan satwa yang bersemayam kepada hutan yang menjadi rumahnya?
Tatkala pepohonan sudah botak tak berambut?
Tatkala paru-paru dunia telanjur porak-poranda?

Salahkah orangutan mencari rumah baru, ketika ‘kampung halaman’-nya binasa?
Salahkah gajah berkelana mencari makan, ketika kediamannya musnah?
Salah apa mereka dianggap hama oleh manusia?

Salah siapa hutan beralih fungsi menjadi lahan dan pemukiman?
Siapa suruh?

Hei!

Mereka tak punya modal berlimpah layaknya politikus untuk merebut simpati.
Mereka tak punya akta tanah yang harus diperjuangkan di pengadilan. Eh, sebegitunya kah, sebegitu termarjinalkannya satwa dan hutan yang menghangatkannya?

Duhai, tak sadarkah kita?
Menumbangkan satu pohon, berarti juga mencekik dua makhluk yang serumpun dengan penebang itu.
Jangan-jangan, kita punya teman penebang yang hendak membunuh kita secara perlahan dari kejauhan?

Sesungguhnya, kita, manusia, mesti iri kepada satwa-satwa yang tampaknya lugu itu.

Tuhan berbelas kasihan dan melindungi mereka tanpa syarat. Bahkan dalam keadaan yang sekarat sekalipun.
Tuhan masih punya hujan, masih punya kehendak tak berbatas, yang bisa kembali membuat hutan pulih.

Tuhan punya cinta, juga punya murka.

Ketika hutan menjejak bumi dan menyorong langit untuk mengharap kasih;
Apa yang kita harap, saat mendongakkan kepala atau merunduk membumi?

Kurang baik apa Tuhan? Kurang baik apa hutan?

Waktu diam-diam kian menyempit. Bumi diam-diam kian menua.

(*)

Mari menjadi peduli, membagi cinta dengan hutan di sekitar kita.

Selamat Hari Hutan Sedunia, 21 Maret 2015.

41 comments

  1. @eviindrawanto · Maret 21, 2016

    Selamat Hari Hutan Sedunia Mas Rifqy. Semoga hutan-hutan kita tetap lestari. Walau digunduli tapi dihijaukan kembali πŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 21, 2016

      Semoga Bu Evi, salam lestari πŸ™‚

      Suka

  2. Liza Fathia · Maret 21, 2016

    Selamat hari hutan sedunia. Hari ini juga hari puisi

    Disukai oleh 1 orang

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 21, 2016

      Selamat hari hutan dan hari puisi Mbak, salam lestari πŸ™‚

      Suka

  3. Gara · Maret 21, 2016

    Puisi yang menggetarkan dan membuat saya berpikir lebih dalam soal interaksi manusia dan hutan: betapa serakahnya kita pada alam ya, Mas. Terus kalau dipikir-pikir banyak banget kegiatan kita yang berdampak buruk pada hutan, langsung atau tidak, tapi kita masih saja bangga dan menyebut Indonesia zamrudnya khatulistiwa. Oh maafkan kami.
    Selamat Hari Hutan Sedunia, Mas Rifqy. Semoga hutan kita kembali hijau dan sebutan zamrud tidak menjadi sejarah :)).

    Disukai oleh 1 orang

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 21, 2016

      Iya mas, ini momentum untuk belajar bersyukur dan peduli πŸ™‚

      Selamat hari hutan Mas Gara, salam lestari πŸ™‚

      Suka

  4. Nasirullah Sitam · Maret 22, 2016

    Selamat hari hutan sedunia, semoga hutan-hutan di Indonesia tak lagi hanya sebuah sejarah saja.

    Disukai oleh 1 orang

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 22, 2016

      Salam lestari mas! πŸ™‚

      Suka

      • Nasirullah Sitam · Maret 22, 2016

        Salam mas, semoga hijaunya hutan tak hanya diganti dengan hijaunya Sawit saja 😦

        Suka

        • Rifqy Faiza Rahman · Maret 22, 2016

          Iya Mas, itu PR banget bagi kita/peneliti/akademisi mencari alternatif pengganti bahan baku sawit 😦

          Suka

  5. momtraveler · Maret 22, 2016

    Selamat hari hutan sedunia mas.. semoga makin tumbuh kesadaran kita melindungi hutan2 Indonesia dan satwa yg hidup di dalamnya

    Disukai oleh 1 orang

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 22, 2016

      Salam lestari ya Mbak πŸ™‚

      Suka

  6. bukanrastaman · Maret 22, 2016

    ingat hutan selalu ingat musik tropical forest πŸ˜€

    Disukai oleh 1 orang

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 22, 2016

      Hahahaha πŸ˜€

      Suka

  7. Ceritaeka · Maret 22, 2016

    Aku baru tau kalo tanggal 21 adalah hari hutan
    *lalu rindu naik gunung sekalian strolling around the forest*

    Disukai oleh 1 orang

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 22, 2016

      Hehehehe salam lestari Mbak! πŸ™‚

      Suka

  8. alrisblog · Maret 23, 2016

    Selamat hari hutan sedunia.
    Dulu ada program sejuta pohon dari pemerintah, hidup gak tuh pohonnya?

    Disukai oleh 1 orang

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 23, 2016

      Salam lestari Om!

      Nah itu, yang jelas merawat dan menjaga lebih sulit daripada mencanangkan program πŸ™‚

      Suka

  9. cumilebay.com · Maret 23, 2016

    Semua diciptakan begitu seimbang, itulah kebesaran Allah

    Disukai oleh 1 orang

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 23, 2016

      Sepakat Mas, salam lestari πŸ™‚

      Suka

  10. Gio | Disgiovery · Maret 23, 2016

    Selamat Hari Hutan!

    Semoga hutan-hutan lindung di kawasan Puncak Bogor yang diubah statusnya jadi hutan produksi oleh bupati (akhirnya beliau sekarang ditahan KPK) bisa berubah kembali statusnya seperti sediakala! *maap numpang curcol kak Rifqy πŸ˜‰

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 23, 2016

      Itu lebih dari sekadar curcol Mas, itu adalah doa dan pesan. Harus didengar! Hehehe, semoga Puncak kembali lebih hijau πŸ™‚

      Salam lestari! πŸ™‚

      Suka

  11. Dadali · Maret 24, 2016

    Selamatkan hutan kita, lets start to care and love mother nature πŸ™‚

    thanks mas tulisannya inspiratif

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 24, 2016

      Mari, salam lestari! πŸ™‚

      Suka

  12. Alid Abdul · Maret 24, 2016

    Hari Bumi nanti tanggal 22 April Qy

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 24, 2016

      Nggih Mas πŸ™‚

      Suka

  13. adelinatampubolon · Maret 24, 2016

    selamat hari hutan sedunia Rifqy. semoga hutan kita diremajakan lagi, hikss sedih tiap tahun dengar berita asap dan kebakaran hutan. mau dikemanakan satwa yang hidup dan tinggal didalam hutan?

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 24, 2016

      Iya mbak, karena itulah gak boleh capek, setidaknya untuk kampanye menjaga keseimbangan ekosistem. Salam lestari πŸ™‚

      Suka

  14. mesra berkelana · Maret 24, 2016

    Selamaaaat hari hutaaann mass, semoga tetap asrrii biar cucu cicit dan seluruhnya merasakan..
    Btw puisinya bagusss mass -lidia

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 28, 2016

      Amin… Salam lestari! Makasih ya πŸ™‚

      Suka

  15. berkahkhair · Maret 26, 2016

    tanpa mu (hutan) mungkin kami tak bisa lag menghirup udara segar
    adab membaca al quran

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 28, 2016

      Benar, salam lestari πŸ™‚

      Suka

  16. bersapedahan · Maret 28, 2016

    puisinya apik mas …
    mudah2an dengan diperingati hari hutan sedunia .. semakin banyak hutan yang terawat dan sehat … dan makin banyak juga hutan kota ,,, supaya kota juga tambah adem

    Suka

  17. ndop · Maret 30, 2016

    Cinta Tuhan dan Murka Tuhan itu jauh lebih banyak cinta Tuhan. Sebenarnya kita ini sudah banyak mendapatkan ampunan Tuhan, cuman gak kerasa aja. Gak sengojo mateni nyamuk, diampuni. Ngideki semut, diampuni. So, kalau memang Tuhan menghukum manusia di neraka nanti, ya itu karena si manusianya yg sudah kelewatan aja.

    Disukai oleh 1 orang

    • Rifqy Faiza Rahman · Maret 31, 2016

      Setuju Marindop Teguh πŸ˜€ πŸ™‚

      Suka

  18. adamsaljawiyu · April 1, 2016

    wah ternyata ada juga ya hari hutan sedunia…
    saya baru tahu, nice info
    terima kasih

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · April 3, 2016

      Iya Mas, salam lestari ya πŸ™‚

      Suka

  19. Hendi · April 6, 2016

    Tampilan baru nih..tapi ribet kudu nulis email dan bla..bla..bla kalau mau komen hahaha

    Suka

    • Rifqy Faiza Rahman · April 6, 2016

      Iya Mas, pindah hosting sekalian domain. Hehehe iya risikonya demikian, tapi sama saja sih kalau ada blogger yang non wordpress kan kudu isi nama dan email juga πŸ™‚

      Suka

  20. angkisland · April 29, 2016

    wah mantap mas mari lebih dulu save earth

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Alid Abdul Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.