Foto-Foto Puncak B29 Lumajang

Seorang pria Tengger berbalut sarung dan mengenakan peci menikmati panorama Bromo

Hari Buruh, tiga tahun lalu. Mengawali bulan Mei di tahun 2014, saya bersama tiga orang teman ‘mendadak’ bersepeda motor ke Bukit B29, Desa Argosari, Senduro, Lumajang. Saat itu, punggungan bukit yang termasuk bagian dari tebing kaldera Bromo itu belum lama dibuka untuk wisata.

Dalam pos ini, saya menampilkan foto-foto selama kami berkemah di sana. Foto-foto yang dapat menjadi alasan, bahwa kami ingin kembali ke sana lain waktu. Menikmati alam, menikmati suasana hangat dan ramah di antara masyarakat suku Tengger Argosari. Menikmati Bromo dari sisi timur.

Continue reading “Foto-Foto Puncak B29 Lumajang”

Kilas Balik: Perjalanan Sepekan, Menjelajah Sulawesi Selatan

Memandang langit sore, dalam penerbangan Surabaya-Makassar.

Pertengahan April 2013 kala itu. Dihasilkan sebuah keputusan yang saya buat. Menebus dua lembar tiket promo pesawat pulang-pergi seharga Rp400.000,00. Untuk keberangkatan dan kepulangan di awal September 2013.

Pintu menuju sebuah perjalanan dan pengalaman. Cukup duduk manis dalam sebuah burung besi menuju pulau seberang. Tak harus berlayar dengan pinisi, demi sepekan menjelajah Sulawesi Selatan, bumi kelahiran nenek moyang sang pelaut yang kondang.

Continue reading “Kilas Balik: Perjalanan Sepekan, Menjelajah Sulawesi Selatan”

(Sempat) Termangu di Coban Sumber Pitu Pujon Kidul

Teman seperjalanan sedang asyik berswafoto

Saya menuruni tebing sebentar, menghampiri ketiga rekan perjalanan saya, yang masih asyik berfoto ria. “Eh, kalian nggak ke atas kah? Ke Coban Papat?” Ketiganya menoleh. Eko, menyahut pertanyaan saya, “Awakmu wes merono ta?” Saya mengangguk, tadi sudah menyempatkan pergi terlebih dahulu ke Coban Papat sendiri.

Continue reading “(Sempat) Termangu di Coban Sumber Pitu Pujon Kidul”

Wajah-Wajah Pagi di Ranu Kumbolo

Matahari terbit di langit Ranu Kumbolo yang keemasan

Saya tak mengindahkan apapun yang dilakukan tubuh dalam lelap, setelah semalam mengabadikan gemerlapnya gemintang di langit Ranu Kumbolo. Telanjur dimanjakan hangatnya balutan sleeping bag berbahan dracon dan polar. Belum lagi kupluk dan jaket gunung yang ikut menghangatkan. Bergitulah nikmatnya melalui malam bersama dunia mimpi. Oh tunggu, bahkan saya yakin tidak bermimpi apa-apa.

Tahu-tahu sudah Subuh. Saya tahu saat itu sudah Subuh, karena langit gelap mulai pudar dan teman setim tuntas menunaikan salat dua rakaat.

Continue reading “Wajah-Wajah Pagi di Ranu Kumbolo”