Dari Tidore untuk Indonesia: Disambut Halimun Gunung Gamalama (2)

Roda pesawat menyentuh aspal landasan pacu. Meskipun bersabuk pengaman, saya tetap tersentak. Tubuh yang duduk tegak sempat terangkat satu-dua kali. Lalu condong ke depan beberapa saat. Kedua telapak tangan mencengkeram pegangan kursi. Bersamaan dengan itu, terdengar suara spoiler dan sirip menderu dari kedua sayap pesawat. Seperti berada dalam bus yang direm mendadak ketika kendaraan di…

Dari Tidore untuk Indonesia: Sebuah Sepak Mula (1)

Mengunjungi Tidore pada pertengahan April 2017 lalu, ibarat beralih jenjang pendidikan. Mencecap pengalaman yang serba pertama, baru, dan seru. Menikmati dan mempelajari banyak hal, seperti orang-orangnya, tradisinya, dan alamnya. Semua bermula dari partisipasi dalam lomba menulis blog bertema “Tidore Untuk Indonesia”. Lomba yang digelar sejak tanggal peluncurannya (12/2/2017) sampai tenggat akhir 18 Maret 2017.

Latihan Menulis Feature Bersama Tempo Institute

Pada 26-29 Oktober 2017 kemarin, saya berkesempatan mengikuti Klinik Menulis Feature (ficer) yang diselenggarakan oleh Tempo Institute. Lokasi pelatihan di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Barat. Selama empat hari, dimulai pukul 09.00 hingga 17.00, saya bersama tujuh peserta lainnya belajar menulis ficer. Dari teori hingga praktik. Setelah teori di dua hari pertama, kami diajak praktik fotografi jurnalistik dan…

Menjadi Jogja, dan Menjaganya Tetap Istimewa

Jogja, Jogja, tetap istimewa, istimewa negerinya, istimewa orangnya… Jogja, Jogja, tetap istimewa, Jogja istimewa, untuk Indonesia… Di atas adalah potongan lirik lagu Jogja Tetap Istimewa karya Jogja Hip Hop Foundation. Lagu perpaduan rap dan gamelan yang wajib ada di daftar putar lagu saya, baik di gawai maupun komputer. Satu dari sekian banyak lagu tentang Jogja,…

Beranjangsana ke Desa Wisata Malangan

Pagi itu di sekretariat Desa Ekowisata Pancoh, sosok pria berbadan tegap sedang duduk bersila. Pakaiannya necis. Kemudian ia berdiri dan sigap menyalami kami, tim #EksplorDeswitaJogja yang menghampirinya. Kami baru saja selesai berkegiatan di Pancoh dan akan melanjutkan ke Malangan, Sleman. Ia menanyakan nama kami satu per satu. “Saya Wiji,” ia memperkenalkan diri Nama lengkapnya Wiji…