2020: Angkat Sauh Lalu Bertumbuh

Lautan Pasir Gunung Bromo

“Kamu ingin tahu apa resolusiku tahun ini?” saya meminta seorang teman di kantor menebak.

Dia menggeleng. Balik bertanya, “Apa?”

“Resolusiku tahun ini adalah meneruskan apa yang menjadi resolusi tahun 2019 yang dibuat di pengujung tahun 2018, dan belum terealisasi di tahun 2019.”

Panjang jawaban saya.

Tentu saja itu hanya bercanda.

Lanjutkan membaca “2020: Angkat Sauh Lalu Bertumbuh”

Di Balik Kesulitan, Ada Kemudahan

Gunung Arjuno dilihat dari daerah Mojolangu, kota Malang

Lantunan doa dan azan kedua sudah dikumandangkan sang bilal. Suaranya menggema di dalam masjid yang sederhana bernuansa hijau ini, juga di keluaran corong yang dipasang di luar masjid. Dalam hitungan detik, sang khotib bangkit dari duduk dan memulai khotbah dari atas mimbar coklat. Sepintas itu pula, sang bilal gantian duduk.

Seperti biasa, awal khotbah Jumat selalu dimulai dengan ajakan bertakwa. Mematuhi perintah Allah, menjauhi segala larangan-Nya. Bukan biasa sih, memang sudah anjuran dalam kitab fikih.

Lanjutkan membaca “Di Balik Kesulitan, Ada Kemudahan”

Wisuda, Sarjana, dan Pertanian

Wisuda Universitas Brawijaya

Prosesi wisuda periode ke-VII tahun akademik 2016/2017 memasuki acara inti. Dimulai dengan pelantikan wisudawan terbaik secara simbolis, rektor memindahkan kuncir toga, lalu diikuti serempak oleh wisudawan yang lain. Berbalut pakaian toga dan dalam prosesi sakral ini, kami dinyatakan resmi sebagai wisudawan.

Satu per satu wisudawan dipanggil untuk naik ke panggung. Menerima ijazah dari dekan setiap fakultas, lalu berjalan ke tengah panggung untuk berjabat tangan singkat dengan rektor. Para pimpinan dan senat, serta para wisudawan, menjadi pusat perhatian, setidaknya bagi para orang tua dan keluarga wisudawan.

Saya melihat alur itu, para sarjana, magister, dan doktor berjalan menerima ijazah. Saya mengetahui itu adalah fakta bahwa, hampir seribu lulusan dari satu perguruan tinggi telah dilepas ke masyarakat. Sungguh, ini bukan perkara prosesi seremonial semata atas nama kebanggaan almamater.

Tapi, ini adalah sinyal di mana akan ada banyak mata menyorot kami. Bagaimana cara kami agar berdaya saing dan bermanfaat bagi bumi yang kian menua ini.

Lanjutkan membaca “Wisuda, Sarjana, dan Pertanian”

Senja Kala

Momen senja kala yang keemasan di sisi selatan

Kapan terakhir kali kita menyempatkan diri sejenak, menyaksikan langit senja yang kemerahan atau keemasan?

Sore itu, dua sahabat bertandang ke kos saya di tepian barat Tunggulwulung, yang lagi mendung.

Saya tengah menulis di laptop kecil saat itu. Menghadap dua jendela besar yang separuhnya tertutup tirai biru laut. Menghadap mendung ke arah barat. Tak ada ekspektasi apa-apa tentang senja kala yang bikin terkesima.

Lalu terdengar suara derap kaki mendekat. Saya membukakan pintu kamar yang terletak di lantai dua ini. “Assalamualaikum, halo Pakde gaes! Lama tak jumpa,” sapa Oki, sambil menenteng sebuah tenda dome kuning dan matras aluminium foil. Diikuti di belakangnya, Mustofa. Keduanya seangkatan, tapi tiga tahun di bawah saya di fakultas yang sama.

Saya menjawab salam keduanya. Mempersilakan masuk. “Bagaimana Malang selatan?” tanya saya sambil terkekeh.

Kedua wajah mereka yang sudah kuyu langsung semakin kuyu. Keduanya kompak mendengus. “Macet!” Saya tertawa.

Lanjutkan membaca “Senja Kala”

Resolusi!

papanpelangi.me

Malam itu di warung lalapan depan kos. Saya baru saja kelar yudisium sarjana saat itu.

Saya dan kedua orang tua tengah sibuk melahap makanan lalapannya masing-masing. Sesekali diselingi obrolan tentang masa depan saya, memilih karir atau melanjutkan studi magister terlebih dahulu. Prinsip Bapak adalah mana yang lebih dulu berpeluang, ambil saja.

Sempat jeda sejenak, tiba-tiba Bapak nyeletuk, “Sudah ada yang nungguin, kah?” Saya kaget. Mulut menganga. Melongo. “Nungguin gimana maksudnya?” saya balik bertanya.

Lanjutkan membaca “Resolusi!”

#SaveOrangUtan: Jeritan Hati Dari Kalimantan

Asoka, bayi orangutan yang ditemukan warga lokal di hutan hujan Ketapang. Kini dalam perlindungan International Animal Rescue (IAR) di pusat rehabilitasi di Ketapang, Kalimantan Barat

Sorot mata bulat itu tampak berbinar. Bukan pancaran bahagia, bahkan seakan menangis. Lengannya mencengkeram dan mulutnya mengigit erat selembar daun hijau. Seakan menyiratkan raut sedih dan khawatir dalam pembaringannya. Tampak ada sirat pasrah yang terpancar di wajahnya.

Seperti itukah orangutan menunjukkan rasa kehilangan?

Lanjutkan membaca “#SaveOrangUtan: Jeritan Hati Dari Kalimantan”

Kemerdekaan Tanpa Tapi

Foto diri di Pulau Kenawa, Sumbara Barat

Hasil latihan selama sebulan penuh diuji pada hari itu, 17 Agustus 2006. Tim 17, 8, dan 45-saya berada di tim ini- sudah berbaris rapi sesuai arahan selama latihan.

Tim 8 sebagai tim pengibar sudah siap di depan tiang besi bercat putih. Tiga orang di antaranya bergerak maju, bersiap mengibarkan bendera. Slap! Semua terbelalak. Terdengar suara gumaman dari barisan pimpinan kecamatan dan para tamu undangan. Terdengar bisik kepanikan di barisan tim Paskibraka. Tak terkecuali saya. Mulut saya menganga, keringat mendadak bercucuran deras. Semua menatap ke satu titik: bendera Polandia terbentang! Sang saka terbalik!

Lanjutkan membaca “Kemerdekaan Tanpa Tapi”

Perjalanan: Ekspektasi dan Realita

Wisatawan berdesakan di sunrise point, gardu pandang Pananjakan 1 Cemoro Lawang, Probolinggo. Di sini adalah salah satu spot terbaik menyaksikan sunrise Gunung Bromo dan lautan pasirnya dari atas bukit.

Saya tercenung cukup lama membaca artikel yang ditulis Kanika Saxena di Travel Triangle. Berulang kali menggerakkan scroll mouse naik-turun.

Artikel yang diterbitkan 15 Februari 2016 lalu ini berisikan tentang ekspektasi dan realita dalam traveling. Ia menampilkan 16 foto lokasi wisata terkenal dunia. Mulai dari Tembok Besar China hingga Stonehege. Foto-fotonya mungkin sudah ramai di berbagai jejaring media sosial. Sebagian malah dikemas menjadi meme yang lucu sekaligus menggetarkan. Membandingkan harapan (ekspektasi) dan kenyataan (realita).

Kemudian saya tersenyum membaca dua komentar dari pengguna Facebook di bawah artikel tersebut.

Lanjutkan membaca “Perjalanan: Ekspektasi dan Realita”