AIr terjun Kapas Biru

Kembali ke Kapas Biru

Sebuah pertanda berupa lahan padi di tubir anak sungai Kali Glidik menunjukkan bahwa trekking hampir mendekati akhir. Saya melihat arloji. Sudah pukul 09.40. Sudah 40 menit kami berjalan dari tempat parkir.

“Masih jauh, Mas?” tanya Rizky yang berjalan di belakang saya. Saya menggeleng, lalu menelunjuk pada sebuah jembatan bambu di depan kami. Memberi kode pada Rizky dan yang lain bahwa tujuan kami tidak jauh lagi. Sayup-sayup terdengar suara gemuruh air yang kian jelas. “Kalian dengar suaranya?”

Continue reading “Kembali ke Kapas Biru”