Di Timur Matahari

Rofinus, satu di antara tiga ketua adat Wae Rebo tengah menjemur kopi di pagi yang cerah

“Aih! Kenapa tidak ke Kelimutu?”

“Aih! Kenapa tidak ke Komodo?”

“Aih! Belum sah ke Flores kalau tidak ke Komodo dan ke Kelimutu!”

“Sumba sudah?”

Suara-suara itu saya dengar dari sejumlah teman di Flores, khususnya. Baik lewat telepon atau ngobrol langsung. Saya hanya bisa menggeleng dan menjawab diplomatis, belum ada waktu. Tambahan, saya juga sedikit berkelakar, “Pasti akan ada jelajah Nusa Tenggara Timur jilid ke sekian dan seterusnya!”

NTT bukan hanya tentang itu bukan?

Continue reading “Di Timur Matahari”