Terngiang Rammang-Rammang (1)

Seorang warga Dusun Berua mengayuh perahu menyusuri Sungai Pute

Tiba-tiba terdengar suara yang berderit. Atau bisa dibilang mencicit, seperti suara tikus. Segera kedua kelopak mata terbuka separuh. Setengah sadar.

Kemudian suara kondektur memekik hening. “Semen Bosowa! Semen Bosowa!” Rupanya cicitan tadi berasal dari suara rem bus yang diinjak pedalnya sampai pakem.

Continue reading “Terngiang Rammang-Rammang (1)”