Rumah Dunia Gol A Gong

#BloggerWalking: Tertampar Malu di Rumah Dunia dan Gong Library (Bagian 6)

“Mbak, kami sudah naik bus dari Kampung Rambutan.” Begitu isi pesan Whatsapp saya ke Mbak Noe. Setelah itu, saya dan Muchlis bergantian merem-melek karena ngantuk. Pendingin udara bus Primajasa ini sukses membawa kami melayang ke alam mimpi. Walau hanya sesaat.

Saya sendiri, terbangun dari lelap sejenak hanya karena dua hal. Pertama, karena harus membalas pesan masuk ke gawai yang mendesak, membutuhkan jawaban. Kedua, karena terheran-heran dengan kondisi di mana bus berhenti di tepi lajur kiri (bahu) jalan tol, menurunkan penumpang di sana. Lalu penumpang tersebut terus berjalan menjauhi tol dan menaiki “tangga darurat” melewati pagar berduri untuk sampai di kampung. Para tukang ojek bersiap menawarkan jasa untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan yang sebenarnya.

Read More