#BloggerWalking: Menyusuri Kebun Raya Bogor (Bagian 3)

Cermin di Kebun Raya Bogor

Usai salat Jumat,  Saya dan Mbak Donna kembali berjalan ke arah timur. Menyusuri trotoar yang melekat di sisi pagar Kebun Raya Bogor (KRB). Cukup berkeringat, namun langit kota Bogor agak mendung siang itu. Menahan pancaran terik matahari menembus bumi Kota Hujan.

“Tumben lalu lintasnya agak sepi. Biasanya jalan depan KRB ini sering macet. Apa karena ada rekayasa lalu lintas ya?” tanya Mbak Donna keheranan. Pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Hanya saja, karena saya baru pertama  ke sini, saya tidak paham apakah lalu lintas hari ini tak seperti hari biasanya.

“Hmm, mungkin saja, Mbak.”

Continue reading “#BloggerWalking: Menyusuri Kebun Raya Bogor (Bagian 3)”

#BloggerWalking: Cerita Kecil Menuju Kebun Raya Bogor (Bagian 2)

Jumat pagi di Stasiun KRL Tanjung Barat.

“Se..la…mat… Pa…gi…”

Saya tersentak. Sapaan lembut dari suara laki-laki ternyata muncul di belakang saya. Seorang petugas keamanan bagaikan guru TK yang menyapa murid-muridnya sebelum masuk kelas.

“Da…ri… Ma…na…?” tanyanya lagi dengan senyum mengembang. Tetapi, ia tidak melihat wajah saya. Matanya tertuju pada kamera hitam yang tergantung di leher.

Malang, Pak, hehehe,” jawab saya dengan senyum menyeringai, mata menyipit.

Rupanya dia mengira saya wartawan. Mungkin karena saya terlihat paling mencolok di antara calon penumpang KRL yang lain. Memanggul tas carrier 48L dan tas kamera di depan perut, ditambah pakaian yang serba hitam, saya memang seperti seorang pejalan yang merangkap jurnalis. Beda tipis.

“Ka…lau… ma…u… li…pu…tan… ha…rus… a…da… i…zin… ter…tu…lis, Mas,” ujarnya perlahan, masih dengan senyum mengembang. Kini seperti seorang guru TK yang semringah menangkap basah, yang memergoki siswanya berbuat ulah.

Continue reading “#BloggerWalking: Cerita Kecil Menuju Kebun Raya Bogor (Bagian 2)”