Merindukan Rumah, Merindukan Kesahajaan

Tipikal lahan pertanian di Dusun Krajan, Gadingkulon.

Rindu itu tidak mengenal jarak dan waktu. Rindu itu tak terkotakkan dalam satu definisi dan rupa.

Rindu bisa muncul di tengah-tengah, kala ulama besar Imam Asy Syafi’i menganjurkan manusia untuk merantau. Menempuh perjalanan menuju tempat perantauan, tak peduli seberapa jauh jaraknya. Menjadi asing sekaligus bernilai di tempat yang baru.

Namun, saya menjadi paham bahwa setiap orang berhak memaknai rindu bahkan dengan cara yang paling sederhana. Dalam perjalanan hidupnya, seseorang bisa merindu karena setitik alasan. Terlebih saat berada di perantauan.

Continue reading “Merindukan Rumah, Merindukan Kesahajaan”