Gunung Arjuno dilihat dari daerah Mojolangu, kota Malang

Di Balik Kesulitan, Ada Kemudahan

Lantunan doa dan azan kedua sudah dikumandangkan sang bilal. Suaranya menggema di dalam masjid yang sederhana bernuansa hijau ini, juga di keluaran corong yang dipasang di luar masjid. Dalam hitungan detik, sang khotib bangkit dari duduk dan memulai khotbah dari atas mimbar coklat. Sepintas itu pula, sang bilal gantian duduk.

Seperti biasa, awal khotbah Jumat selalu dimulai dengan ajakan bertakwa. Mematuhi perintah Allah, menjauhi segala larangan-Nya. Bukan biasa sih, memang sudah anjuran dalam kitab fikih.

Continue reading “Di Balik Kesulitan, Ada Kemudahan”

Kurniawan dan Rizky menikmati ketenangan Lembah Kijang

Kidung Lembah Kijang

Subuh berlalu. Kersak dahan cemara gunung tak sekencang semalam. Langit gelap berangsur terang. Suhu udara khas fajar beringsut menghangat. Menghangatkan kawasan camp Lembah Kijang yang cukup ramai.

Saya bergegas bangkit dari tidur. Menyusul Kurniawan yang sudah duluan berwudu di sumber air persis di barat perkemahan.

Sesungguhnya pagi di bulan April tak sedingin kala puncak musim kemarau, biasanya Agustus-September. Sayang, pada kedua bulan tersebut, sumber air biasanya mengering. Pendaki harus mengambil air bersih ke shelter III Pondokan yang masih mengucur pelan.

Jika pada pendakian-pendakian ke Gunung Arjuno sebelumnya, saya biasanya salat subuh di tengah perjalanan ke puncak, kali ini cukup di Lembah Kijang. Pendakian kali ini saya ‘tertahan’ untuk ke puncak. Bersama beberapa teman dalam satu tim, kami menghemat tenaga untuk ke Welirang besok.

Pagi ini, memang saatnya untuk lebih menikmati sisi tenang Lembah Kijang.

Continue reading “Kidung Lembah Kijang”