OCD Beach Cafe & Hostel Kupang

Saya menempati kamar di lantai dua rumah berarsitektur sasando. Strukturnya dari tiga jenis bambu berbeda: Bambu betung untuk tiang, bambu hutan untuk atap, dan bambu biasa untuk hiasan.

Butuh biaya 30 juta untuk membangun utuh rumah sasando bertingkat. lebih mahal dari dua rumah bambu satu lantai di Sebelahnya. Uang segitu sama dengan modal memermak satu mobil angkutan kota di Kupang, yang penuh aksesori dan full music.

Continue reading “OCD Beach Cafe & Hostel Kupang”

Saya dan mikrobus Gunung Mas trayek Maumere-Ruteng saat istirahat makan di sebuah rumah makan masakan Padang di kota Ende

Antara Maumere dan Ruteng

Siang itu, jelang waktu Asar, mikrobus biru berkapasitas 14 penumpang ini berhenti di seberang sebuah penginapan tak jauh dari Pelabuhan Aimere, Kabupaten Ngada. Mikrobus dan gerbang penginapan tersebut dipisahkan jalan nasional Trans Flores.

Sim, sopir travel Gunung Mas itu, turun dan bergegas membukakan pintu samping paling belakang mikrobus bercat biru ini. Saya yang duduk di deret kursi belakang sopir ikut menoleh ke belakang, melihat siapa yang turun.

Satu orang saja yang turun, seorang pria yang sudah sepuh. Dia ikut naik bersama rombongan keluarganya dari kota Ende. Dia turun di Aimere, yang lain akan turun di Ruteng.

Kakek itu turun dengan meninggalkan jejak. Jejak muntah yang mengering kecoklatan di dinding pintu. Jejak yang menjadi saksi ‘keganasan’ Trans Flores.

Continue reading “Antara Maumere dan Ruteng”

Rofinus, satu di antara tiga ketua adat Wae Rebo tengah menjemur kopi di pagi yang cerah

Di Timur Matahari

“Aih! Kenapa tidak ke Kelimutu?”

“Aih! Kenapa tidak ke Komodo?”

“Aih! Belum sah ke Flores kalau tidak ke Komodo dan ke Kelimutu!”

“Sumba sudah?”

Suara-suara itu saya dengar dari sejumlah teman di Flores, khususnya. Baik lewat telepon atau ngobrol langsung. Saya hanya bisa menggeleng dan menjawab diplomatis, belum ada waktu. Tambahan, saya juga sedikit berkelakar, “Pasti akan ada jelajah Nusa Tenggara Timur jilid ke sekian dan seterusnya!”

NTT bukan hanya tentang itu bukan?

Continue reading “Di Timur Matahari”