Kidung Lembah Kijang

Subuh berlalu. Kersak dahan cemara gunung tak sekencang semalam. Langit gelap berangsur terang. Suhu udara khas fajar beringsut menghangat. Menghangatkan kawasan camp Lembah Kijang yang cukup ramai. Saya bergegas bangkit dari tidur. Menyusul Kurniawan yang sudah duluan berwudu di sumber air persis di barat perkemahan. Sesungguhnya pagi di bulan April tak sedingin kala puncak musim kemarau, biasanya Agustus-September….

Jurnal Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Jalur Purwosari-Tretes (Bagian 2)

Rombongan pendaki gabungan asal Jakarta, Bandung, Manado itu sedang asyik bercanda di tengah istirahatnya. Sebagian berdiri, sebagian duduk di atas tanah berundak dengan kemiringan sedang. Di dalam rimba rapat Alas Lali Jiwo nan teduh. Tak jauh di bawah patok perbatasan Kabupaten Malang dan Pasuruan. Kami bersua dan saling menyapa rombongan pendaki yang seluruhnya laki-laki itu….

Jurnal Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Jalur Purwosari-Tretes (Bagian 1)

Waktu menunjukkan pukul 16.40 WIB. Puncak Candi Sepilar, tempat mistis dengan sembilan arca yang mengawal arca para Pandawa moksa pun sudah jauh terlewati. Sudah hampir empat jam kami berjalan dari Mangkutoromo. Tapi tak jua menemukan Jawa Dwipa -yang seharusnya hanya berjarak 1,5 jam menurut rencana perjalanan-, apalagi tempat camp yang kami inginkan sesuai rencana awal….

Ini Kisahku di Hari Ibu

Saya belum pernah riset serius sebelumnya. Tentang, berapa persen orang yang pernah bernostalgia tentang perjalanan yang pernah dilaluinya. Sekecil apapun kadar nostalgia tersebut. Tapi, rasanya setiap orang pasti pernah bernostalgia bukan? Walau hanya sekejap, merangkai puing memori yang diingat atau untuk diceritakan kembali. Termasuk saya.