#BloggerWalking: Di Pulau Merak Kecil, Kami Memandang Senja (Bagian 7)

Senyum Abyan, putra kedua Mbak Noe, saat dipotret

Bis dengan warna kebesaran dominan kuning dan merah kami naiki agak tergesa. Bis berpendingin udara tersebut nyaris penuh. Beruntung, saya, Mbak Noe dan kedua anaknya (Daffa-Abyan) mendapatkan tempat duduk. Setidaknya, kami mendapatkan “angin” segar yang kontras dengan hawa di luar bis yang sangat terik. Menyengat.

Lalu di mana Om Tio dan Muchlis? Mereka berdua kembali ke rumah Mbak Noe, mengambil bekal piknik. Jadi, mereka akan menunggang motor bebek kesayangan Om Tio ke Merak. Setibanya di sebuah warung dekat Polsek Pulomerak, saya kaget ketika Mbak Noe menyampaikan pesan dari Om Tio.

“Di rumah hujan.”

Continue reading “#BloggerWalking: Di Pulau Merak Kecil, Kami Memandang Senja (Bagian 7)”