Dari Tidore untuk Indonesia: Kelana Rasa Antara Rum-Safira (3)

Kuliner Tidore

Keberangkatan dari Bandara Juanda, Sidoarjo, adalah sepak mula hal-hal yang mengejutkan bagi saya. Mencecap pengalaman-pengalaman baru dan seru. Karena, semuanya serba pertama. Termasuk urusan makan. Menu apa yang dimakan, dengan siapa dan di mana kami makan.

Seperti saat itu, Sabtu pagi yang cerah di Pelabuhan Rum, Kota Tidore Kepulauan.

Setelah puas memotret pemandangan sepanjang Ternate-Rum, ada aba-aba untuk berkumpul. Muhammad Gathmir membawa kresek hitam berisi belasan nasi bungkus. Menu sarapan telah datang.

Tanpa komando berlebihan, kami tergerak sendirinya untuk duduk melingkar. Di atas lantai kayu dermaga. Di tengah lalu-lalang pengguna jasa pelabuhan. Di tengah kesibukan awak kapal mengangkut motor penumpang. Di tengah hiruk-pikuk, kami dengan santainya membuka bungkusan dan melahap isinya: nasi uduk, ikan goreng, mi goreng, telur balado, dan sambal. Sesekali bergeser memberi jalan penumpang dan motor yang akan naik kapal.

Continue reading “Dari Tidore untuk Indonesia: Kelana Rasa Antara Rum-Safira (3)”