Terngiang Rammang-Rammang (1)

Seorang warga Dusun Berua mengayuh perahu menyusuri Sungai Pute

Tiba-tiba terdengar suara yang berderit. Atau bisa dibilang mencicit, seperti suara tikus. Segera kedua kelopak mata terbuka separuh. Setengah sadar.

Kemudian suara kondektur memekik hening. “Semen Bosowa! Semen Bosowa!” Rupanya cicitan tadi berasal dari suara rem bus yang diinjak pedalnya sampai pakem.

Continue reading “Terngiang Rammang-Rammang (1)”

Kilas Balik: Perjalanan Sepekan, Menjelajah Sulawesi Selatan

Memandang langit sore, dalam penerbangan Surabaya-Makassar.

Pertengahan April 2013 kala itu. Dihasilkan sebuah keputusan yang saya buat. Menebus dua lembar tiket promo pesawat pulang-pergi seharga Rp400.000,00. Untuk keberangkatan dan kepulangan di awal September 2013.

Pintu menuju sebuah perjalanan dan pengalaman. Cukup duduk manis dalam sebuah burung besi menuju pulau seberang. Tak harus berlayar dengan pinisi, demi sepekan menjelajah Sulawesi Selatan, bumi kelahiran nenek moyang sang pelaut yang kondang.

Continue reading “Kilas Balik: Perjalanan Sepekan, Menjelajah Sulawesi Selatan”

Saya Juga Orang Jawa

Sisi luar Istana Tamalate

Saya melangkah keluar dari kompleks Istana Tamalate (Balla Lompoa). Berjalan dengan langkah agak tergesa di luar sisi sayap kanan istana. Tak ada niat dikejar waktu, tetapi panasnya siang di kota Gowa membuat tetesan keringat tak sepadan dengan jarak tempuh saya berjalan.

Kembali bertemu jalan raya tempat pete-pete (sejenis angkutan kota) yang saya tumpangi saat berangkat melintas. Lalu berbelok ke kiri, ke arah kota Makassar. Berjalan cepat di atas trotoar yang keras. Suara klakson bertalu-talu, tak peduli kendaraan apakah itu. Pete-pete merah pun dengan percaya diri membunyikan klakson dan musik sama lantangnya. Ada “panggung” berjalan, pikir saya.

Continue reading “Saya Juga Orang Jawa”