Bukit Tanjung Kajuwulu Maumere Flores

Sore yang Dijanjikan di Kajuwulu

Mulanya yang terlihat adalah hamparan laut di pantai utara Flores. Di atasnya menjulang bukit-bukit yang sebagian masih kuning dan kering. Kemarau belum berlalu. Termasuk tanah bertugu salib yang kami pijak sore itu.

Kemudian hawa terik dan kering berangsur menghangat dan sejuk. Mbak Nur, dokter gigi lulusan Jogja yang rumahnya saya singgahi, benar-benar membuktikan bahwa rayuannya tidak sekadar bualan.

Continue reading “Sore yang Dijanjikan di Kajuwulu”

Momen senja kala yang keemasan di sisi selatan

Senja Kala

Kapan terakhir kali kita menyempatkan diri sejenak, menyaksikan langit senja yang kemerahan atau keemasan?

Sore itu, dua sahabat bertandang ke kos saya di tepian barat Tunggulwulung, yang lagi mendung.

Saya tengah menulis di laptop kecil saat itu. Menghadap dua jendela besar yang separuhnya tertutup tirai biru laut. Menghadap mendung ke arah barat. Tak ada ekspektasi apa-apa tentang senja kala yang bikin terkesima.

Lalu terdengar suara derap kaki mendekat. Saya membukakan pintu kamar yang terletak di lantai dua ini. “Assalamualaikum, halo Pakde gaes! Lama tak jumpa,” sapa Oki, sambil menenteng sebuah tenda dome kuning dan matras aluminium foil. Diikuti di belakangnya, Mustofa. Keduanya seangkatan, tapi tiga tahun di bawah saya di fakultas yang sama.

Saya menjawab salam keduanya. Mempersilakan masuk. “Bagaimana Malang selatan?” tanya saya sambil terkekeh.

Kedua wajah mereka yang sudah kuyu langsung semakin kuyu. Keduanya kompak mendengus. “Macet!” Saya tertawa.

Continue reading “Senja Kala”