Jurnal Perjalanan: Touring Motor Malang-Banyuwangi-Bali (2)

Istirahat sejenak di depan kantor kecamatan Glenmore

(Cerita sebelumnya)

Ketika umumnya setelah makan malam lanjut tidur, tidak bagi yang tengah berada dalam sebuah perjalanan. Seperti kami, makan malam menjadi energi baru. Energi tambahan untuk melanjutkan perjalanan. Wajah pun lebih segar setelah salat Isya seusai makan nasi goreng.

Teringat dengan pemeriksaan kelengkapan administrasi seperti KTP, STNK, dan SIM di kedua pelabuhan nantinya, saya berkata kepada Rizky, “Ky, nanti sebelum pelabuhan Ketapang gantian awakmu yang nyetir ya. SIM C-ku kan mati, hehehe.”

Read more

Jurnal Perjalanan: Touring Motor Malang-Banyuwangi-Bali (1)

Foto sampul: Di atas feri, dalam penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Dari kiri: Mas Kur, Mumu, dan Rizky.

Truk, bus, mobil pribadi, dan sepeda motor berbagai jenis sudah terparkir rapi. Pintu rampa kapal feri diangkat naik. Menutup rapat geladak bawah yang sarat muatan. Mesin kapal yang sudah hidup, terdengar semakin keras. Tanda feri sudah siap berlayar, tepat pukul 03.00 WIB.

Kami berempat segera mencari tempat duduk. Dengan alasan ingin menikmati angin Selat Bali, kami memilih duduk di dek atas. Menanti waktu tempuh satu jam menuju Gilimanuk. Selang waktu yang juga saya gunakan untuk merenung. Menertawakan diri akan keputusan yang diambil sekitar 12 jam yang lalu.

Dua belas jam ke belakang, yang terjadi akibat gejolak darah muda. Ternyata begini, masa mahasiswa penuh hasrat dan nekat.

Read more