2020: Angkat Sauh Lalu Bertumbuh

“Kamu ingin tahu apa resolusiku tahun ini?” saya meminta seorang teman di kantor menebak. Dia menggeleng. Balik bertanya, “Apa?” “Resolusiku tahun ini adalah meneruskan apa yang menjadi resolusi tahun 2019 yang dibuat di pengujung tahun 2018, dan belum terealisasi di tahun 2019.” Panjang jawaban saya. Tentu saja itu hanya bercanda.

Resolusi!

Malam itu di warung lalapan depan kos. Saya baru saja kelar yudisium sarjana saat itu. Saya dan kedua orang tua tengah sibuk melahap makanan lalapannya masing-masing. Sesekali diselingi obrolan tentang masa depan saya, memilih karir atau melanjutkan studi magister terlebih dahulu. Prinsip Bapak adalah mana yang lebih dulu berpeluang, ambil saja. Sempat jeda sejenak, tiba-tiba…

Di Timur Matahari

“Aih! Kenapa tidak ke Kelimutu?” “Aih! Kenapa tidak ke Komodo?” “Aih! Belum sah ke Flores kalau tidak ke Komodo dan ke Kelimutu!” “Sumba sudah?” Suara-suara itu saya dengar dari sejumlah teman di Flores, khususnya. Baik lewat telepon atau ngobrol langsung. Saya hanya bisa menggeleng dan menjawab diplomatis, belum ada waktu. Tambahan, saya juga sedikit berkelakar,…

Perjalanan: Ekspektasi dan Realita

Saya tercenung cukup lama membaca artikel yang ditulis Kanika Saxena di Travel Triangle. Berulang kali menggerakkan scroll mouse naik-turun. Artikel yang diterbitkan 15 Februari 2016 lalu ini berisikan tentang ekspektasi dan realita dalam traveling. Ia menampilkan 16 foto lokasi wisata terkenal dunia. Mulai dari Tembok Besar China hingga Stonehege. Foto-fotonya mungkin sudah ramai di berbagai jejaring…

Pergi ke Timur: Racauan dan Impian

Sampai sekarang pun, perasaan tak percaya masih menyelimuti. Ketika itu, pertengahan 2014, kaki melangkah lebih jauh dari rumah. Bermalam di Pulau Kenawa, menikmati senja di Labuan Bajo, berjumpa komodo di “kampung halamannya”, dan menghabiskan empat malam di Kampung Komodo.