Jam tangan kayu "Maccasi Craft" Banyuwangi

Jam Tangan Kayu dari Banyuwangi

Perempatan Wornorekso (patung kebo) ke timur sedikit. Depan sekolahan TK.

Saya membaca pesan yang dikirim Akbar Andi (31 tahun) melalui Whatsapp. Saya menyorongkannya ke Alan, teman narablog asal Jakarta yang bekerja dan sudah mukim cukup lama di Banyuwangi. Saya menginap dua malam di rumahnya.

“Oh, aku tahu perempatan itu,” Ia menanggapi.

Kami mengecek aplikasi peta di gawai. Pagi itu juga kami bermotor ke rumah lelaki perajin limbah kayu tersebut.

Continue reading “Jam Tangan Kayu dari Banyuwangi”

Kendil-kendil ikan pindang yang siap dibakar

Pindang Bawean

Sehari sebelum libur Iduladha dua tahun lalu (31/8/2017), Jun mengajak saya, Inggit, Imama, dan Ucup ke Dedawang. Sebuah dusun di pesisir barat laut Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Di sana bermukim nelayan dan pusat produksi pindang khas daerah berjuluk Pulau Putri tersebut.

Perjalanan ke dusun di tepi pantai itu hanya sekitar 10 menit dari rumah Jun. Kami menyusuri jalan kampung. Membelah bentang alam yang beragam. Mulai dari sawah hingga berujung lautan.

Continue reading “Pindang Bawean”

Bukit Tanjung Kajuwulu Maumere Flores

Sore yang Dijanjikan di Kajuwulu

Mulanya yang terlihat adalah hamparan laut di pantai utara Flores. Di atasnya menjulang bukit-bukit yang sebagian masih kuning dan kering. Kemarau belum berlalu. Termasuk tanah bertugu salib yang kami pijak sore itu.

Kemudian hawa terik dan kering berangsur menghangat dan sejuk. Mbak Nur, dokter gigi lulusan Jogja yang rumahnya saya singgahi, benar-benar membuktikan bahwa rayuannya tidak sekadar bualan.

Continue reading “Sore yang Dijanjikan di Kajuwulu”

Stasiun Pasar Senen Jakarta

Singa-Singa yang Meninggalkan Sarang

“Berdiam diri, stagnan, dan menetap di tempat mukim,
sejatinya bukanlah peristirahatan bagi mereka pemilik akal dan adab,
maka berkelanalah, tinggalkan negerimu (demi menuntut ilmu dan kemuliaan);

“Safarlah, engkau akan menemukan pengganti orang-orang yang engkau tinggalkan.
Berpeluhlah engkau dalam usaha dan upaya,
karena lezatnya kehidupan baru terasa,
setelah engkau merasakan payah dan peluh dalam bekerja dan berusaha;

Continue reading “Singa-Singa yang Meninggalkan Sarang”